DETIKMERDEKA - Ketersediaan logistik pangan menjadi faktor krusial dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Pemerintah menegaskan stok beras nasional cukup, bersumber dari produksi dalam negeri.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengatakan pemerintah telah mampu mengatasi kebutuhan pangan. Ia berharap stok di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap terjaga.
"Yang perlu atensi di daerah highlands ini adalah mereka harus mengeluarkan produk mereka, karena mereka ada produk kopi, cabai, itu terus (berproduksi), meskipun sudah bencana, tetap panen. Nah ini mohon bantuan Bapak Menteri Pertanian. Sekaligus mohon, di daerah ini diperkuat stoknya," kata Tito.
Ia menambahkan masyarakat di dataran tinggi belum terbiasa menghadapi bencana besar.
"Biasanya logistik hanya 2 sampai 3 hari, mengharapkan nanti ada lalu lintas lancar. Begitu terputus jalan, pengalaman di Aceh Tengah Takengon, hari ketiga sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat mulai panik. Tapi untung cepat, waktu itu dari Bulog, Bapanas, BNPB, TNI, Polri, semua bergerak via udara," ungkap Tito.
Sejak bencana melanda, pemerintah bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan. Sampai 25 Januari tercatat 54,8 ribu ton beras dan 6,7 ribu kiloliter minyak goreng telah didistribusikan.