Penulis: Umi Lailatul Muniroh - Mahasiswa Program Magister Manajemen, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
DUNIA finansial hari ini bukan lagi milik mereka yang berdasi di balik gedung pencakar langit. Bagi Generasi Z, pasar modal dan bursa kripto kini berada dalam genggaman ponsel pintar.
Fenomena ini bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan pergeseran paradigma tentang cara mencari nafkah yang kini kian terdigitalisasi.
Dominasi Anak Muda di Pasar Digital
Data tidak bisa berbohong. Berdasarkan catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir 2024, pasar modal Indonesia kini didominasi oleh anak muda.
Kelompok usia di bawah 30 tahun (yang mencakup Gen Z) menyumbang lebih dari 55% dari total investor domestik.
Hal Ini adalah sinyal kuat bahwa tongkat estafet ekonomi mulai berpindah ke tangan mereka yang fasih teknologi.
Hal senada terlihat di pasar kripto. Laporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah menembus angka 20 juta orang pada pertengahan 2024.
Menariknya, mayoritas dari mereka berada di rentang usia 18-30 tahun. Bagi Gen Z, kripto bukan sekadar aset, melainkan instrumen "perlawanan" terhadap rendahnya bunga deposito bank konvensional yang rata-rata hanya di kisaran 2-3% per tahun.