Kebutuhan Pengungsi Banjir Aceh Berubah Seiring Pemulihan

January 14, 2026 - 15:56
Presiden Prabowo Subianto menyapa para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (Foto: Antara)
1 dari 2 halaman

DETIKMERDEKA - Berbagai upaya kemanusiaan terus dilakukan untuk merespons dampak banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Memasuki satu bulan pascabencana, bantuan tidak lagi terbatas pada logistik darurat. Penyaluran mulai menyesuaikan dengan kebutuhan lanjutan di lapangan.

Sejumlah mitra kemanusiaan terlibat, antara lain Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Illuni FKUI, serta organisasi lain. Bantuan disalurkan bertahap sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp, menekankan pentingnya kolaborasi. “Penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi, pada Rabu 14 Januari 2026.

Selain logistik, dukungan diarahkan pada keberlangsungan layanan kesehatan. Salah satunya penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa. Fasilitas rujukan ini melayani masyarakat di Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur. Ketersediaan listrik stabil menjadi faktor penting bagi layanan medis, terutama dalam situasi darurat.

Kebutuhan warga terdampak banjir kini lebih beragam. Jika pada fase awal bantuan difokuskan pada kebutuhan darurat, saat ini kebutuhan mencakup akses air bersih, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga di lokasi pengungsian.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.