Tentara Israel di Gaza (Foto: dok. Reuters)
3 dari 3 halaman
Pada 22 November lalu, sedikitnya 21 orang tewas dalam serangan Israel, menjadikannya salah satu hari paling mematikan di Gaza sejak gencatan senjata berlaku.
Militer Israel menyebut para militan telah membunuh tiga tentaranya dalam periode yang sama.
Situasi di Gaza menunjukkan gencatan senjata rapuh. Serangan udara dan balasan proyektil terus menimbulkan korban sipil. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan.
Hamparan tenda pengungsi di Gaza selatan kini penuh ketakutan. Warga yang kehilangan keluarga masih menunggu kepastian nasib kerabat mereka.[]