Presiden Prabowo Beri Hormat untuk Petani Indonesia, Ini Sebabnya

January 9, 2026 - 14:54
2 dari 3 halaman

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada petani. Ia mengingatkan peran petani sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Saya masuk tentara tahun 1970. Tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa, petani memberi minuman dan makanan kepada kami. Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi ada petani yang beri makan tentara. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” ungkapnya.

Di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Prabowo secara resmi mengumumkan Indonesia kembali swasembada pangan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Prabowo menegaskan swasembada pangan bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan. Ia menekankan tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain.

Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area November 2025 memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Laporan USDA menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.

Prabowo menegaskan pencapaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani. Kebijakan meliputi penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, serta penyerapan gabah langsung oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.