Refleksi Rehabilitasi Bencana Aceh: Teori Penetrasi Sosial dalam Misi Relawan

January 6, 2026 - 18:51
Bencana Aceh 2025
1 dari 3 halaman

Penulis: Muhammad Cahya Panca Wijaya - Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta

DALAM manajemen bencana, perhatian publik sering kali terfokus pada distribusi logistik fisik dan pemulihan infrastruktur. Namun, terdapat dimensi krusial yang kerap luput dari pengamatan, yakni dimensi komunikasi manusia. 

Dibalik puing-puing bencana, seperti yang terlihat dalam berbagai aksi kemanusiaan di Aceh, terdapat luka psikologis mendalam yang membutuhkan pendekatan komunikasi yang sangat berhati-hati.

Kehadiran relawan di tengah masyarakat terdampak sering kali membawa tantangan tersendiri. Sebagai pihak eksternal, relawan kerap berhadapan dengan jarak sosial dan emosional yang lebar. 

Masalahnya bukan sekadar hambatan bahasa, melainkan adanya benteng trauma yang membuat penyintas cenderung tertutup. Di sinilah kompetensi komunikasi antarbudaya dan antarpribadi menjadi instrumen yang sama pentingnya dengan bantuan material.

Analogi ‘Kulit Bawang’ dalam Penanganan Trauma

Hambatan komunikasi ini dapat dianalisis melalui Teori Penetrasi Sosial yang dikembangkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Teori ini menawarkan analogi "kulit bawang" untuk menjelaskan lapisan kepribadian manusia. Mulai dari lapisan terluar yang bersifat publik (informasi umum), hingga lapisan terdalam yang berisi nilai, ketakutan, dan trauma terdalam.

Di lokasi bencana, para penyintas cenderung mempertebal "kulit bawang" mereka sebagai mekanisme pertahanan diri pasca-trauma. 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.