Sampah Ciputat dan Alarm bagi Manajemen Operasional Perkotaan

January 5, 2026 - 17:48
Penumpukan sampah di sejumlah kawasan Ciputat
1 dari 3 halaman

TANGERANG SELATAN - Penumpukan sampah di sejumlah kawasan Ciputat kembali menjadi perhatian publik. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya volume sampah, tetapi juga mengungkap persoalan dalam sistem pengelolaan kebersihan perkotaan, terutama pada aspek perencanaan, pengawasan, serta efektivitas manajemen operasional yang belum berjalan optimal.

Tumpukan sampah di beberapa kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menjadi sorotan publik dalam kurun waktu terakhir. 

Di sejumlah ruas jalan dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tumpukan sampah terlihat menumpuk hingga menutup sebagian badan jalan. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga sekitar serta memicu keluhan masyarakat. 

Situasi ini ramai diperbincangkan melalui media sosial dan diberitakan oleh berbagai media massa nasional maupun lokal, yang menunjukkan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu publik yang mendesak untuk segera ditangani.

Persoalan ini sebetulnya bukan sekadar tentang banyaknya sampah yang menumpuk di ruang publik. Lebih dalam dari itu, krisis sampah di Ciputat menyingkap masalah serius dalam sistem manajemen operasional, khususnya terkait bagaimana perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan proses kerja di lapangan dijalankan. 

Ketika seluruh elemen tersebut tidak berfungsi secara optimal dan tidak terintegrasi dengan baik, dampaknya dapat terlihat jelas dalam bentuk operasi kebersihan yang tidak berjalan efektif dan cenderung macet di tengah jalan.

Di Mana Peran Manajemen Operasional?

Dalam teori manajemen operasional, Heizer dan Render menjelaskan bahwa manajemen operasional merupakan proses mengelola sumber daya agar kegiatan organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Jika konsep ini diterapkan pada konteks pengelolaan sampah perkotaan, maka proses manajemen operasional mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan sampah dari rumah warga, pengangkutan menuju TPS, hingga pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Masalah muncul ketika rantai operasional tersebut tidak berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. 

Di kawasan Ciputat, berbagai laporan menunjukkan adanya keterlambatan pengangkutan sampah, kondisi TPS yang mengalami kelebihan kapasitas, serta keterbatasan jumlah armada dan petugas kebersihan. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam fungsi planning dan organizing. 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.