Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

January 2, 2026 - 13:07
Presiden Prabowo Apresiasi Pembangunan 600 Rumah Sementara di Aceh Tamiang dalam Waktu 8 Hari.
1 dari 3 halaman

DETIKMERDEKA - Presiden RI Prabowo Subianto, pada Kamis 1 Januari 2026, mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang untuk meninjau pemulihan pascabencana. Di kabupaten ini, Presiden juga menggelar rapat terbatas bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah.  

Dalam sambutannya, Presiden mengaku mendapat laporan dari banyak daerah terdampak bencana yang bertanya-tanya kenapa belum didatangi. Prabowo meminta maaf karena belum bisa hadir ke semua titik banjir dan longsor di Sumatera.  

“Saya kemarin sempat ke Tapsel, dan hari ini saya kembali ke Tamiang, yang merupakan salah satu kabupaten paling besar dampak bencana tersebut. Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari Mendagri, gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, ‘kok Presiden belum sampai?’. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujar Prabowo.  

Presiden Prabowo menjelaskan dirinya disarankan hadir ke daerah yang memiliki kegiatan penting terlebih dahulu. Namun ia menegaskan semua daerah mengalami kesulitan yang sama.  

“Tetapi saya sudah sampaikan ke gubernur, Mendagri, nanti insya Allah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” ucapnya.  

Presiden menyampaikan dirinya terbuka dengan kritik masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana Sumatera. Ia menerima kritik meski tidak semuanya benar.  

Kritik yang dipermasalahkan adalah soal anggapan kunjungan pejabat ke lokasi bencana tidak bermanfaat. “Saya kira inilah memang kewajiban kita, saya berterima kasih kepada semua unsur yang saya lihat turun ke lapangan,” kata Prabowo dalam rapat dikutip dari siaran Sekretariat Kepresidenan.  

Menurut Presiden, kementerian dan lembaga sudah berbagi tugas mengecek titik terdampak. Pejabat tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga mengidentifikasi masalah langsung di lapangan.  

Meski begitu, Prabowo menyebutkan inisiatif itu tetap dianggap buruk oleh sejumlah pengamat.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.