Sayed berharap kehadiran Presiden di Aceh Tamiang mengunci tahap darurat. Banyak warga belum bisa pulang karena rumah mereka masih dipenuhi lumpur.
“Tahap emergency ini harus bisa dipastikan berjalan baik, ini menyangkut pembersihan material lumpur yang menutupi jalan,” ujarnya.
Ia menekankan pembersihan harus dilakukan serius agar fasilitas umum hingga pelosok kampung kembali normal. Perbaikan jaringan listrik, penyediaan air bersih, pembangunan hunian tetap, dan bantuan dana untuk korban banjir disebut sebagai kebutuhan mendesak.
“Perekonomian warga juga harus segera dipulihkan. Presiden harus menjamin untuk membantu peningkatan ekonomi warga. Pada sektor lingkungan, ia juga mengingatkan agar presiden mengkaji ulang kebijakan terkait kehutanan, perkebunan dan tambang,” kata Sayed.