Penulis: Weni Eka Putri - Mahasiswa Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
BANDA ACEH - Istilah disabilitas sering kali dipahami secara keliru oleh masyarakat. Kata ini kerap dikaitkan dengan ketidakmampuan, keterbatasan, dan bahkan rasa iba. Persepsi tersebut tidak sepenuhnya tepat, sebab penyandang disabilitas memiliki kemampuan, potensi, dan kekuatan adaptasi yang tidak kalah dengan individu lainnya.
Gambaran tersebut terlihat jelas ketika dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kunjungan akademik ke Sekolah Luar Biasa Bagian B (SLB-B) YPAC Banda Aceh.
Kunjungan akademik ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai layanan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas.
SLB-B YPAC Banda Aceh merupakan lembaga yang secara khusus melayani peserta didik tunarungu melalui pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik mereka. Kehadiran sekolah ini menjadi wujud nyata pemenuhan hak pendidikan yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan dari dosen pembimbing Program Studi Psikologi dan dilanjutkan oleh Kepala SLB-B YPAC Banda Aceh yang menjelaskan profil sekolah serta layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.
Setelah sesi formal selesai, mahasiswa dan para peserta didik mengikuti kegiatan senam bersama yang dipandu melalui tayangan video YouTube. Guru menggunakan bahasa isyarat, ekspresi wajah, dan demonstrasi gerakan agar instruksi mudah dipahami. Siswa mengikuti gerakan dengan antusias dan menyesuaikan ritme sesuai kemampuan masing-masing.