Dampak Psikologi Kecanduan Gadget terhadap Perkembangan Belajar Mahasiswa

December 23, 2025 - 15:08
1 dari 3 halaman

Dampak Psikologi Kecanduan Gadget terhadap Perkembangan Belajar Mahasiswa. Penulis: Alfito Ramadhan Primahadva - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komuikasi UNTAG Surabaya

ERA digital saat ini, gadget bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan perpanjangan dari diri manusia. Di koridor kampus, perpustakaan, hingga kantin, pemandangan mahasiswa yang terpaku pada layar smartphone menjadi hal yang lumrah. 

Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, tersimpan fenomena yang mengkhawatirkan: kecanduan gadget. Fenomena ini bukan sekadar masalah perilaku, melainkan tantangan serius bagi perkembangan kognitif dan prestasi akademik mahasiswa.

Apa yang Terjadi dan Siapa yang Terdampak?

Kecanduan gadget (nomophobia) merujuk pada kondisi di mana seseorang merasa cemas berlebihan saat jauh dari perangkatnya. Mahasiswa, sebagai kelompok usia dewasa awal yang sedang dalam masa transisi menuju kemandirian intelektual, menjadi kelompok yang paling rentan. 

Berdasarkan observasi di berbagai universitas, penggunaan gadget yang tidak terkontrol sering kali menggeser prioritas belajar. 

Mahasiswa menghabiskan rata-rata 5 hingga 8 jam sehari untuk media sosial, game, atau sekadar scrolling tanpa tujuan, yang pada akhirnya menggerogoti waktu produktif mereka.

Mengapa Ini Menjadi Masalah Psikologis?

Secara psikologis, kecanduan gadget memicu pelepasan dopamin secara instan di otak. Setiap notifikasi atau "like" memberikan sensasi kesenangan sementara yang membuat mahasiswa ingin terus kembali ke layar. 

Hal ini menyebabkan penurunan rentang perhatian (attention span). Mahasiswa menjadi sulit berkonsentrasi pada materi kuliah yang bersifat mendalam dan membutuhkan analisis panjang karena otak mereka terbiasa dengan rangsangan cepat dan singkat dari konten digital.

Kapan dan Di Mana Dampaknya Terlihat?

Dampak ini paling nyata terlihat saat proses belajar mengajar di kelas maupun saat pengerjaan tugas mandiri. Di ruang kelas, banyak mahasiswa yang secara impulsif memeriksa ponsel meskipun dosen sedang memberikan penjelasan penting. 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.