Bencana Sumatra 2025: Muhasabah di Balik Banjir Bandang dan Tanah Longsor

December 19, 2025 - 13:08
Yudi Cahyadi
2 dari 3 halaman

1. Akibat Ulah Tangan Manusia

Islam mengajarkan bahwa kerusakan alam seringkali bersumber dari perilaku manusia yang tidak amanah dalam mengelola bumi. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ar-Rum: 41:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Ayat ini sangat relevan dengan fenomena deforestasi dan penambangan liar yang sering menjadi pemicu utama longsor dan banjir di Sumatera.

2. Keseimbangan Alam (Mizan)

Allah menciptakan alam dalam keseimbangan yang presisi. Bencana terjadi ketika manusia merusak keseimbangan (mizan) tersebut, misalnya dengan mengubah fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian yang tidak terasering.

3. Ujian dan Pengingat

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.