Wamen Pertanian Sudaryono Temui Petani Jember, Dorong Panen Tiga Kali Setahun

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, turun langsung ke sawah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat 11 Juli 2025.

Dalam kunjungannya, Sudaryono ikut panen raya dan berdialog dengan ratusan petani. Ia juga meninjau budidaya maggot yang dikembangkan oleh kelompok tani setempat.

banner 336x280

Sudaryono mengatakan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam urusan pangan.

Menurutnya, Indonesia yang memiliki lahan luas tidak boleh lagi bergantung pada impor beras, jagung, maupun gula.

“Presiden Prabowo terus mendorong agar Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Kita punya lahan yang luas, tidak boleh lagi bergantung pada impor,” ujar Sudaryono saat berbincang dengan petani.

Untuk mendukung hal itu, kata Sudaryono, Bulog diminta menyerap gabah langsung dari petani. Ia pun mengapresiasi kinerja Bulog Jember dan Jawa Timur karena memiliki angka serapan gabah tertinggi sejauh ini.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan harga pembelian gabah (HPP) antara Rp6.500 hingga Rp7.100 per kilogram. Sedangkan untuk jagung, HPP ditetapkan Rp5.500 per kilogram. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp12 triliun untuk memperkuat infrastruktur pertanian, menyediakan alat dan mesin pertanian, serta menjamin ketersediaan pupuk dan benih unggul.

“Berkat program yang pro petani, sekarang kita punya stok beras 4 juta ton. Ini rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Sudaryono menargetkan petani di Jember bisa panen tiga kali dalam setahun di lahan yang sama, tanpa harus membuka lahan baru.

“Petani tak perlu mencangkul ke tempat lain. Dengan panen tiga kali, kebutuhan pangan kita bisa aman,” tambahnya.

Ia juga menilai Jember punya potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional karena lahannya luas dan dipimpin oleh bupati muda yang energik.

Selain padi, Sudaryono juga menyoroti potensi tembakau Jember. Menurutnya, tembakau dari daerah ini punya kualitas unik karena didukung kondisi geografis yang khas. Pemerintah, katanya, akan mendorong agar investor membangun industri tembakau di Jember.

“Tembakau Jember ini berbeda. Kita ingin ini dikembangkan untuk ekspor, dan akan kita dorong agar dibangun industrinya di sini,” jelasnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan bahwa Pemkab Jember memang menargetkan daerahnya jadi lumbung pangan nomor satu di Jawa Timur. Saat ini, Jember masih berada di posisi keempat.

Menurut Fawait, Pemkab sudah menurunkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk meningkatkan produktivitas di lahan seluas 6.000 hektare. Mereka juga tengah mencoba pupuk tambahan hasil riset Prof. Nur Sucipto yang terbukti bisa mengusir berbagai hama dan meningkatkan hasil panen.

Fawait pun berharap Kementerian Pertanian terus membantu petani Jember.

“Puluhan alat pertanian sudah dibagikan hari ini, tapi masih belum cukup. Kami mohon di tahun-tahun berikutnya bisa ditambah lagi. Petani Jember ini pemilih setia Presiden Prabowo sejak 2014,” ujar Fawait.[]
 

banner 336x280