Perlunya Kolaborasi Pasar Modern Dengan Instansi Pemerintah dan Sahabat Media
DETIKMERDEKA.COM,- Pasar tradisional maupun pasar modern merupakan mata rantai dan roda penggerak perekonomian kerakyatan,
berikut bincang bincang dengan pedagang di pasar modern Graha Raya yang berlokasi dijalan Boulevard Graha Raya Rt 002/Rw 010 Kel. Kunciran Indah – Kec. Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten
detikmerdeka: Bapak bisa kita ngobrol ngobrol, apakah bisa diceritakan kondisi pasar modern saat ini ?
Bowo : Dijelaskan bahwa kondisi lapak/pasar basah kosong mlompong hanya beberapa pedagang lapak saja yang buka, kemudian kios di bagian dalam sebagian besar tutup, hanya beberapa kios saja yang buka. kondisi saat ini pasar sudah berjalan memasuki tahun ke 4, sedangkan lounching sudah dilakukan 3 kali (pertama Maret 2020, Re lounching Februari 2022 dan Grand Lounching Mei 2023), yang tetap ramai adalah acesioris mobil dan kuliner malam.
Apa yang sudah dilakukan oleh pengelola maupun pedagang di pasar modern ini ?
Banyak sekali usaha yang telah dilakukan atas kesepakatan rapat koordinasi antara Pengelola (PT Sumber Jaya Kelola bersama Jaya Real Property dan Badan Pengurus Harian Paguyuban pasmod), diantaranya program gratis baik biaya sewa maupun service charges lapak dan kios selama 1 th. Namun setelah louncing umumnya penyewa hanya bertahan 3- 6 bulan, setelah itu mengundurkan diri karena sepinya pengunjung.
Biasanya pasar pasar mengadakan event-event khusus atau bazar atau Kerjasama dengan pihak ekternal, apakah kegiatan itu juga ada ?
Event /bazar setiap sabtu-minggu sudah dilakukan dengan discount dan berbagai door prized, bahkan pada saat grand laouncing mengundang artis yang ditayangkan di TV, seperti kuis Siapa Berani. Dilakukan kegiatan senam dan event sejenisnya dihari hari khusus
Kerjasama dengan SAMSAT yaitu dengan disediakannya mobil keliling perpanjangan SIM dan STNK (Selasa Kamis dan jumat). Dijadikannya pasmod sebagai Sutle Bus 2 trayek (Grah Raya – BXC Mall dan Graha Raya – Puri Beta), juga parkir gratis bagi pengunjung. Dibulan puasa menjelang lebaran diadakan juga bazar Ramadhan, semua itu tujuannya untuk meramaikan dan menarik pengunjung ke pasar modern.
Kalau dilihat banyak sekali kios yang tutup ya pak, apakah selama ini juga diberlakukan service charge atau sejenisnya terhadap kios yang tutup ?
Memang banyak sekali pemilik kios yang bukan pedagang tapi investor atau beli kios hanya untuk disewakan, untuk itu kebijakan program sewa gratis selain bertujuan meramaikan pasar juga solusi bagi pemilik kios yang tidak bisa buka alias bukan pedagang. Untuk pemilik kios yang ikut program sewa gratis mendapat keringan tunggakan service charge 50%-90%, sedangkan yang tidak ikut program sewa gratis dan tidak buka tetap dikenakan service charges penuh
Di pasmod ini apakah sudah terbentuk APPSI (Assosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia)?