Untuk mencari kelompok dengan kriteria tersebut, tambah Mendagri, maka panitia seleksi perlu memilih secara benar dan tepat. Ada proses yang harus dilalui sehingga yang terpilih benar-benar pejabat yang tepat untuk mengisi suatu jabatan. Pejabat itu nantinya juga akan menjadi generasi penerus berikutnya, serta diharapkan memainkan peran yang tidak stagnan.
"Beri kesempatan untuk bisa maju sampai ke eselon I, dan semuanya kembali meskipun [hak] prerogatif pimpinan, Mendagri itu manusia yang punya hati, dan hatinya bisa digerakkan oleh Tuhan. Jadi ketika saya memilih A dari tiga nama, Tuhan yang menggerakkan saya, maka banyaklah berdoa kepada Tuhan,” terangnya.
Mendagri berpesan pula kepada pejabat yang dilantik untuk tidak bereuforia dan merasa sombong, melainkan bersyukur kepada Tuhan. Selain itu juga bersyukur dengan cara memberikan bantuan kepada sesama. “Yang beragama masing-masing banyak doa, berikan bantuan kepada masyarakat, orang yang tidak mampu," pungkasnya.