Kuasa Main (Politik) Curang

November 18, 2023 - 18:00
Foto Dok: Ilustrasi
1 dari 3 halaman

Kuasa Main (Politik) Curang 

DETIKMERDEKA.COM,- Mencermati komunikasi politik Megawati Soekarputri semakin menarik akhir-akhir ini. 

Terlebih saat trah politik presiden Jokowi hengkang dari partai yang identik dengan banteng berlatar merah dan moncong putih tersebut. 

Munculnya pernyataan terkait main curang berpotensi terulang lagi pada pilpres 2024 secara tidak langsung mengkonfirmasi bahwa benar adanya prkatik main curang di pilpres masa lalu.

Dalam konteks ini penulis tidak menyebut bahwa pasca pemilu perdana (1955) telah memaparkan bagaimana proses politik main curang tersebut tak terhindari, termasuk pula barangkali proses politik Megawati dan Amien Rais yang dianggap bekerjasama dalam melengserkan Gus Dur sebagai presiden RI masa itu

Disadari atau tidak, proses politik Indonesia identik dengan main curang, hanya saja ada banyak cara memainkan dan memaknai kecurangan dalam politik.

Sehingga kata curang cenderung absrak dibuktikan ke ruang publik, terlebih di hadapan hukum yang diproduksi oleh kepentingan penguasa dan kliennya.

Sebagai klarifikasi penggiringnya, dalam bernegara, adakah pemerintah bermain curang dengan rakyatnya? Adakah wakil rakyat bermain curang dengan rakyatnya? Adakah rakyat bermain curang dengan calon wakil rakyat? Adakah penyelenggara bermain curang dengan rakyatnya, adakah pengesahan Undang-Undang dilakukan secara main curang? Adakah perebutan ketua umum partai politik bermain curang? Adakah penyelenggara pemilu dilakukan secara curang? Adakah proses pembentukan struktur lembaga penyelenggara pemilu ada kaitannya dengan kecurangan politik di kalangan tertentu? Sungguh tidak ada pengadilan di negeri ini untuk mampu membongkar jaringan praktik kecurangan politik itu sendiri

 Dari realitas politik kekinian Indonesia ini mesti kita akui bahwa panggung kekuasaan di Indonesia cenderung distorsi dan paradoks.

Alih-alih menyebut bahwa perebutan kuasa identik dengan manipulasi dan main curang. 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.